Sabtu, 30 Januari 2010

Kita, kepada bulan dan siang.




Semalam dan mungkin esok
kita ghairah berdiri
bulan ada dengan serinya
diusik awan diindah bintang

kita ralit mencium angin
dan lepas tanpa ragu
entah ke mana ia terbang
atau hinggap

apa akan selalu
kita senafas dan lepas
malam melihat tarian purnama
atau kecuali siang

apa pun kita harus rela
untuk nikmati sinar garang
dan menjadi makna
kepada malam dan mentari
juga manusiawi.


N.Faizal/30012020/UKM

2 ulasan:

Shukri Mohd Ali berkata...

wah... (kagum) =)

N.Faizal Ghazali berkata...

Shukri, tak ada apa nak dikagumkan! apa pun terima kasih membaca puisi aku ya.:-)